Shiny Flashy Green Matrix

Senin, 03 Januari 2011

“ Menyelesaikan Masalah ” with Allah

Seringkali kita tak berdaya dengan masalah yang sering muncul dan kita bingung untuk menyelesaikannya bagaimana,, disini saya memberikan cara yang di ajarkan oleh Rasulullah SAW.

ok to the point

Allahu Akbar
dan Buktikan Kehebatannya. .



6 langkah Apabila dalam kebingungan / cemas /resah /males Perintah Rasul :


1. Berwhudu. ..

2. Sholat hajat (bangun Malam)

3. Iqro' Al-Quran

(Ali Imron 26-27) ( al waqiah)
(fathir(35) 2-3) (Tabarok)

4. Berdo'a

(Ya azizi ya hakim ya ghofuru ya rohim)

(Wahai Maha Perkasa,wahai yang maha bijaksana, yang maha pengampuni, maha pengasih)


5. Pasrah
Surat Attholaq (ujung ayat 2-3)

6. Sadaqoh

(Pekerjaan)

Datangi Allah

Ikhtiar (Pelihara Diri)

Datangi Allah dengan Pasrah
readmore »»  

Kekuatan Pikiran Bawah Sadar

Pemborosan yang paling besar adalah di tanah pekuburan, karena mati
sebelum dapat mengoptimalkan seluruh potensi.”
– Andrew Ho –
Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan
mahakarya. Kekuatan terbesar dalam diri manusia itu terdapat pada
pikiran. Tetapi kita jarang membuktikan kekuatan pikiran tersebut,
sebab kita sering terjebak dalam zona nyaman atau kebiasaan tertentu.
Sehingga selamanya tidak dapat mencari kemungkinan yang lebih baik
atau perubahan nasib yang berarti.
Oleh karena itu milikilah target yang lebih tinggi untuk merangsang
kekuatan dalam pikiran tersebut. Sebab target atau sasaran baru yang
dipikirkan itu akan menggerakkan diri kita untuk melaksanakan
tindakan. Apalagi jika diyakini target tersebut bakal tercapai, maka
diri kita akan lebih siap menghadapi tantangan yang ada.

Setelah tindakan-tindakan baru yang lebih konstruktif dikerjakan
hingga berulang-ulang, maka tanpa disadari kita sudah banyak
melakukan hal-hal penting hinga kita tiba di zona baru, dimana kita
berhasil mencapai target yang didambakan. Itulah mengapa dikatakan
bahwa manusia mempunyai potensi yang sangat besar dalam pikiran bawah
sadar. Kekuatan pikiran bawah sadar itu dapat dibangkitkan melalui 2
cara, yaitu: autosuggestion dan visualization.
Autosuggestion
Keinginan-keinginan kita merupakan informasi penting untuk pikiran
bawah sadar. Sebab keinginan yang terekam kuat dalam pikiran bawah
sadar sangat besar dapat menjadi daya dorong yang akan menggerakkan
diri kita untuk berbuat sesuatu yang luar biasa. Keinginan yang
sangat besar dan terekam dalam pikiran bawah sadar itulah yang
dinamakan autosuggestion.
Autosuggestion seharusnya dilakukan dengan penuh rasa percaya,
melibatkan emosi dalam diri, dilakukan penuh konsentrasi terhadap
obyek yang positif, dan berulang-ulang. Selanjutnya, pikiran bawah
sadar inilah yang akan mendikte gerak-gerik tubuh kita. Kekuatan yang
ditimbulkan oleh pikiran bawah sadar itu sangat dahsyat entah
digunakan untuk melakukan perbuatan buruk atau baik. Kadangkala niat
untuk melakukan sesuatu secara otomatis muncul dari pikiran bawah
sadar.
Autosuggestion akan mengetuk kesadaran (heartknock). Karena dilakukan
berulang-ulang dan rutin, suatu ketika kata-kata tersebut akan
menembus pikiran bawah sadar. Lalu pikiran bawah sadar itupun memompa
semangat. Energi itu dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan impian hidup
kita.
Mungkin kegiatan autosuggestion ini akan dianggap aneh oleh orang
lain. Tetapi itulah salah satu cara untuk mengubah diri dari dalam.
Biasakan mendengar pola pikir positif dan melakukan kebiasaan-
kebiasaan yang konstruktif. Jadi jangan ragu untuk melakukan budaya-
budaya yang potensial, menumbuhkan optimisme dan kreatifitas.
Ada 6 (P) petunjuk dalam melakukan autosuggestion, yaitu;
- Positive : pada saat melakukan autosuggestion, pikirkan hal-hal
yang positif saja.
- Powerful : lakukan dengan penuh keyakinan sebab dapat memberikan
kekuatan untuk berbuat sesuatu yang luar biasa.
- Precise : keinginan yang hendak dicapai harus sudah dapat
dideskripsikan, karena pikiran bawah sadar hanya bisa menyusun
berdasarkan kategori.
- Present Tense: dalam bentuk keinginan saat ini, bukan keinginan di
masa lalu atau akan datang.
- Personal : lakukan perubahan positif terhadap diri sendiri terlebih
dahulu.
Visualization
Bila kita menginginkan sesuatu maka pikiran bawah sadar akan
menggambarkan apa yang didambakan itu. Dengan cara memvisualisasikan
impian terlebih dahulu, terciptalah banyak sekali karya-karya
spektakuler di dunia ini. Marcus Aurelius Antonius, seorang kaisar
Romawi jaman dahulu mengatakan, “A man’s life is what his thought
make of it – Kehidupan manusia ialah bagaimana mereka memikirkannya.”
Sesuatu yang selalu divisualisasikan manusia akan mudah terekam dalam
pikiran bawah sadar. Lalu muncul kekuatan pikiran tersebut, yang
berperan sebagai penghubung antara jiwa dengan tubuh. Sehingga
tubuhpun bereaksi dengan mengerahkan seluruh potensi yang sebelumnya
tidak pernah digunakan, dalam bentuk kreatifitas atau tindakan.
Memvisualisasikan impian memungkinkan seluruh impian tercapai oleh
pikiran bawah sadar.
Tuhan Yang Maha Esa menganugerahkan potensi yang sama besar kepada
manusia. Tidak ada ruginya membayangkan betapa berpotensinya diri
kita untuk mencapai impian-impian. Berikut ini beberapa langkah dalam
memvisualisasikan impian, yaitu:
1. Mendefinisikan impian
Mendefinisikan impian artinya memberikan batasan atau standar akan
impian yang hendak dicapai. Kemudian, gambarkanlah semua impian
seolah-olah Anda sudah sepatutnya meraih impian tersebut. Meskipun
tindakan ini terkesan sederhana, tetapi dari gambaran impian itulah
kita akan mencoba berbuat sesuatu untuk melakukan perubahan dan
akhirnya dapat meraih cita-cita.
2. Menentukan target waktu
Dambakan impian itu terwujud sesuai target yang telah ditentukan,
sebab impian tanpa target waktu hanya akan menjadi mimpi sesaat.
Impian dengan target waktu akan menggerakkan kesadaran untuk tidak
segan-segan melakukan perubahan. Maka mulailah dari sekarang, Be the
best, do the best, and then let God take care the rest – Jadilah yang
terbaik, lakukan yang terbaik, biarlah Tuhan yang menentukan. Potensi
yang kita miliki kelihatannya sangat sayang jika tidak dioptimalkan.
3. Melakukan berulang-ulang
Melakukan ulangan artinya mengkondisikan diri kita untuk lebih sering
ingat akan impian kita. Jika sering ingat, maka perlahan-lahan impian
itu akan tertanam di alam pikiran bawah sadar. Bila pesan sudah
diterima oleh SCM (sub-conscience mind), maka dia akan menggerakkan
diri kita untuk menciptakan keputusan atau menjadikan kita lebih
kreatif.
Jika impian lebih sering diimajinasikan ternyata dapat
melipatgandakan kekuatan dari pikiran bawah sadar. Imajinasi yang
diulang-ulang ini akan secara tidak langsung merangsang ilusi akan
kenyataan yang luar biasa tentang potensi kita sebagai umat manusia.
Sehingga diri kita akan berusaha keras mencapai impian yang
divisualisasikan. Begitulah seterusnya kekuatan pikiran bawah sadar
bekerja dan dibangkitkan, hingga perubahan besar terjadi dalam diri
kita pada suatu waktu.*
Sumber: Kekuatan Pikiran Bawah Sadar oleh Andrew Ho
readmore »»  

Manajemen Waktu

Apa yang dimaksud dengan manajemen waktu?
Pernahkah kita dikejar-kejar dengan waktu,misalnya saja deadline pengumpulan tugas, atau sedang ujian masa kuliah yang waktunya kurang cukup?Ataukah kita sedang mengerjakan suatu project yang waktunya sangat mepet?
Pasti kita semua pernah mengalami hal-hal seperti itu, termasuk juga dengan saya tentunya. Saya sendiri merasa belum bisa mengatur jadwal sesuai dengan apa yang akan kita lakukan. Misalnya saja memakai agenda, sudah tertulis pada hari senin misalnya kita harus mengerjakan sesuatu & harus selesai pada sore harinya ternyata saya sering lelet untuk mencapai target tersebut.Kurang disiplin, kurang motivasi, & kurang gigih untuk mencapainya.Sebetulnya hal-hal tersebutlah pemicu kegagalan untuk mencapai target-target tersebut.Seringnya kita menganggap remeh suatu persoalan atau menunda-nunda pekerjaan tersebut.Sampai kita terlena hingga pada akhirnya pada waktu yang ditentukan kita selalu mengerjakan dengan terburu-buru & hasilnya pasti menjadi tidak maksimal.
Saya sendiri berpikir bahwa kita kadang-kadang tahu apa yang membuat kita gagal mencapai target waktu yang ditentukan,memang sulit sekali untuk mendisiplinkan diri bagi orang-orang yang sudah terbiasa dengan ritme kerja yang lamban.Ada upaya dari dalam diri kita yang mengatakan kita harus mengerjakan sesuatu dengan cepat tetapi betapa lebih besarnya godaan dari bisikan-bisikan dari dalam diri yang negatif mengatakan sebaliknya . Hal-hal itulah yang harus kita hilangkan!!
Dan melalui manajemen waktulah kita harus dapat mengatur segala macam hal yang akan kita lakukan & belajar berencana jangka pendek maupun jangka panjang.
Jadi sementara ini saya berkesimpulan dalam manajemen waktu yang harus dilakukan adalah :
• Mengatur jadwal kerja (apalagi orang yang bekerja secara freelance harus lebih kuat usahanya)
• Displin dengan jadwal kerja tersebut
• Memompa, memotivasi diri, & selalu bersemangat dalam menjalankan segala sesuatu
• Walaupun dikejar deadline namun isi otak kita harus tetap relaks
• Jangan panik, harus tetap tenang & fokus agar dapat selalu terarah apa target yang akan kita capai
• Berusahalah sebaik mungkin & jangan menyerah sampai dengan saat-saat akhir“Do the best but not prepare for the worst”. Kita harus siap dengan segala kemungkinan, namun keberhasilan akan lebih mudah diterima dibandingkan dengan kegagalan. Optimislah!setelah berusaha sekuat tenaga kita baru boleh pasrah atas apapun hasil yang terjadi.Semoga tulisan ini menjadi motivasi saya & teman-teman semua dalam mencapai cita-citanya.
Kiat Sukses Manajemen Waktu
Pernahkah Anda merasa dikejar-kejar pekerjaan? Pernahkah Anda merasa waktu begitu cepat? Pekerjaan menumpuk belum terselesaikan dan dikejar-kejar deadline. Hal ini pasti pernah dirasakan oleh setiap manusia.
Mengatur jadwal sesuai dengan apa yang harus dilakukan memang agak sulit. Terlebih bagi anda yang tidak terbiasa dengan sesuatu yang well organized. Misalnya saja, memakai agenda dan menyusun jadwal waktu dan kegiatan. Ditambah dengan sikap disiplin, motivasi dan semangat untuk mencapai target yang diinginkan.
Terlalu sering menganggap remeh suatu persoalan atau menunda-nunda suatu pekerjaan awal terhambatnya kesuksesan. Pekerjaan yang dikerjakan pun hasilnya jadi tidak maksimal atau tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, karena dikerjakan dengan buru-buru. Penting manajemen waktu memang sangat dibutuhkan bagi mereka yang memiliki mobilitas pekerjaan yang tinggi.
Time is money begitulah ungkapan mereka. Baginya waktu harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan dalam bekerja mereka menerapkan manajemen waktu. Manajemen waktu sebenarnya lebih dititik beratkan kepada kemampuan diri sendiri dalam mengelola waktu, yakni kemampuan merencanakan, mendegelasikan, mengatur dan mengontrol. Agar manajemen waktu bisa berjalan dengan baik, kita harus mengetahui strategi mengelola waktu.
Berikut tips-tipsnya :
• Mengatur jadwal kerja untuk mengingatkan kita akan semua aktivitas yang akan dikerjakan. Dengan adanya daftar kita akan tahu kapan batas waktunya (deadline).
• Deadline jelas akan membuat orang menjadi tegang. Jadi usahakan agar mengerjakan pekerjaan dengan tenang dan fokus, sehingga hasilnya pun bagus.
• Sediakan waktu ekstra sekitar 30 menit dalam mengerjakan pekerjaan kantor. Hal ini membuat anda menjadi lebih maju.
• Sisihkan waktu untuk tubuh anda agar tetap sehat dan bugar. Kondisi tubuh yang sehat sangat baik dalam menjalankan aktivitas yang padat.
• Luangkan waktu 30 menit sesibuk apapun Anda bekerja di kantor untuk meningkatkan diri di rumah,misalnya belajar. Hal ini bagus untuk menambah wawasan diluar materi kerjaan.
• Tulis 5 ide yang berhubungan dengan pekerjaan anda setiap hari. Dengan membiasakan diri menggunakan imajinasi kreatif berarti kesuksesan sudah ada di depan mata.
• Buat analisa diri dan prestasi apa yang sudah dicapai. Dengan begitu anda tahu berapa persen misi yang telah anda capai.
Manajemen waktu yang baik?
Tugas yang diamanahkan ke gw banyak yang belum gw jalanin. Padahal gw kepengen ngejalanin tugas itu dengan baik tentunya. Gw ngerasa belum dengan baik menjalani amanah yang diberikan gw. Seringkali gw merasa malas melakukan tugas-tugas itu. Gw juga ga ngerti gimana caranya orang-orang yang supersibuk mengatur jadwal waktunya untuk melakukan amanah yang diembannya.
Ternyata kita seringkali menunda-nunda pekerjaan “Penundaan adalah pencuri waktu” (Edward Young, Night Thoughts), hal inilah yang ga baik buat manajemen waktu. Terus gimana caranya?Menurut DR Jan Yager :
• Selalu aktif(bukan reaktif) ;
• Tentukan sasaran / tujuan ;
• Tentukan prioritas dalam bertindak;
• Pertahankan fokus ;
• Buat tenggat waktu yang realistis ;
• Lakukan sekarang juga (DO IT NOW) :
o D = Divide (bagi-bagi tugas)
o O = Organize (atur cara pelaksanaan)
o I = Ignore (abaikan gangguan)
o T = Take (ambil kesempatan)
o N = Now (sekarang harus di jalankan)
o O = Opportunity (ambil kesempatan)
o W = Watch out (waspada dengan waktu)
Manajemen Waktu Dalam Berkarier
oleh argogalih dengan sedikit perubahan.
Tips yang lain dari George Mason University :
• Lakukan survei waktu pribadi.
Untuk mulai mengatur waktu, Anda harus tahu pasti bagaimana Anda menggunakan waktu. Survai waktu akan membantu Anda memperkirakan berapa banyak waktu yang telah Anda habiskan dalam aktivitas tertentu. Untuk memperoleh perkiraan akurat, Anda dapat melihat waktu yang telah dihabiskan selama satu minggu.
• Perhatikan jadwal harian.
Ada beragam jadwal waktu yang sesuai dengan kepribadian Anda. Begitu Anda memutuskan satu gaya tertentu, langkah berikut adalah membentuknya. Yang paling baik sisakan sedikit waktu untuk istirahat pada tiap jam, sedangkan setengah jam lainnya disiapkan untuk jadwal yang benar-benar padat.
• Jangan menjadi perfeksionis.
Berusahalah agar menjadi orang sempurna yang siap menghadapi kekalahan. Tidak ada orang yang sempurna. Anda butuh tujuan yang dapat dicapai dengan kemampuan yang ada. Tugas-tugas sulit biasanya berakhir dengan penolakan dan penundaan.
• Belajarlah berkata tidak.
Misalnya, teman dekat Anda mengajak jalan-jalan. Sebenarnya, Anda tidak tertarik. Tapi, Anda tidak sampai hati mengecewakan orang. Berkata tidak dengan sopan selayaknya menjadi kebiasaan.
• Belajar menentukan prioritas.
Sangat penting melakukan prioritas pada tanggung jawab dan kesepakatan yang telah dicapai. Orang-orang yang tidak tahu bagaimana melakukan prioritas bakal menjadi orang yang gemar menunda-nunda pekerjaan.
• Gabungkan sejumlah aktivitas.
Bila memungkinkan, gabungkan sejumlah aktivitas dalam satu waktu. Ketika dalam perjalanan, baca catatan-catatan penting. Banyak cara untuk memadukan aktivitas, tapi yang penting adalah berusaha agar selalu kreatif.
• Adaptasi diri.
Setelah penjadwalan sukses dilakukan, maka tinggal Anda berusaha keras untuk menyesuaikan diri. Namun, yang paling penting adalah bagaimana agar upaya ini dapat berhasil untuk Anda. Jadwal waktu yang tidak jujur dan jadwal kegiatan pribadi bukan jadwal waktu yang tepat.
Terima kasih. Semoga bermanfaat.
s
readmore »»  

Sebuah Renungan Akhir Tahun

Seorang pejabat keluar dari sebuah hotel mewah. Ia baru saja menyelenggarakan seminar dan malam amal untuk mencari dana bagi anak-anak miskin yang berkeliaran di jalan. Ketika akan masuk ke mobil mewahnya, seorang anak jalanan mendekatinya dan merengek, ”Pak, minta uang sekadarnya. Sudah dua hari saya tidak makan.” Pejabat itu terkejut dan melompat menjauhi anak itu. ”Dasar anak keparat yang tak tahu diri!” teriaknya. ”Tak tahukah kamu bahwa sepanjang hari saya sudah bekerja sangat keras untukmu?
Pembaca yang budiman, kalau Anda ingin melakukan renungan di penghujung tahun ini, saya anjurkan Anda untuk merenungkan satu hal saja: ”Seberapa besar tingkat kepedulian Anda kepada sesama?” Dari skala 1 (sangat buruk) sampai dengan 5 (sangat baik), dimanakah posisi Anda? Jawabannya tak perlu Anda kemukakan, tapi cukup disimpan untuk diri Anda sendiri.
Mengapa saya menganjurkan Anda melakukan hal ini? Ini tak lain untuk kepentingan diri Anda sendiri. Selama Anda masih berkutat dengan diri sendiri, selama itu pula jiwa Anda tak akan pernah tumbuh. Kita hanya akan mengalami transformasi yang luar biasa begitu kita mulai memikirkan orang lain. Seorang pengarang, Joseph Campbell, mengatakan, ”Pada saat kita berhenti berpikir tentang diri kita sendiri, kita sebenarnya tengah mengalami perubahan hati nurani yang sungguh heroik.”
Hal ini mudah diucapkan tetapi amat sulit dilakukan. Para politisi kita amat royal melontarkan kata-kata ”demi kepentingan rakyat.” Seorang pejabat yang mengaku paling dekat dengan wong cilik kenyataannya malah menyakiti hati rakyat dengan tanpa malu-malu menghadiahkan dirinya sendiri rumah senilai 20 miliar. Para politisi lain juga tanpa malu -malu berlomba-lomba meluncurkan buku biografi politik yang dipenuhi kata-kata ”demi kepentingan rakyat.” Buku-buku biografi semacam ini sebenarnya merupakan ”pelecehan intelektual” belaka. Kenyataannya, amat sulit bagi kita menemukan kontribusi mereka bagi orang banyak.
Memikirkan orang lain memang sangat sulit dilakukan, apalagi di zaman sekarang. Setiap hari kita disibukkan dengan pekerjaan yang tak habis-habisnya. Namun sekadar memperhatikan diri Anda sendiri akan menghasilkan kesulitan yang cukup serius dalam jangka panjang. Anda akan mengalami hambatan dalam pertumbuhan spiritual Anda. Banyak orang yang beranggapan bahwa hal ini adalah kewajiban. Mereka salah besar! Memperhatikan orang lain adalah kebutuhan Anda untuk menikmati hidup yang penuh makna. Memperhatikan orang lain adalah cara terbaik untuk mencapai hakikat kemanusiaan yang sejati.
Seorang filsuf terkemuka pernah mengatakan, ”Manusia dilahirkan dalam kondisi telanjang, dan ketika meninggal ia dibungkus kain kafan. Apakah hanya itu keuntungan yang ia dapatkan sepanjang hidupnya?” Sayangnya dunia kita sekarang telah begitu materialistisnya, sehingga banyak orang beranggapan bahwa perhatian tersebut bisa digantikan dengan uang. Padahal walaupun uang memang penting, ia tak akan pernah dapat menggantikan perhatian, pengertian, kehadiran dan kasih sayang.
Betapa banyak contoh yang bisa kita ambil dari kehidupan kita sehari-hari. Banyak anak yang tumbuh tanpa perhatian yang semestinya dari orang tua mereka. Banyak orang tua yang berdalih bahwa quality time jauh lebih penting ketimbang quantity time. Padahal, kasih sayang dan pengertian hanya akan terbina melalui proses yang perlahan-lahan dan membutuhkan banyak waktu. Betapa banyak para profesional yang cukup puas dengan memberikan sejumlah uang kepada orang tua mereka tanpa pernah mau tahu mengenai keadaan mereka yang sesungguhnya. Orang-orang seperti ini telah salah kaprah dalam memahami hidup seolah-olah segala sesuatunya bisa dibeli dengan uang.
Kahlil Gibran pernah mengatakan, ”Bila engkau memberi dari hartamu, tiada banyaklah pemberian itu. Bila engkau memberi dari dirimu itulah pemberian yang penuh arti.” Memberi tidak harus bernuansa materi. Bahkan memberikan perhatian sebenarnya jauh lebih berarti ketimbang memberikan materi yang sifatnya amat terbatas.
Cara menunjukkan kepedulian kita adalah dengan mendengarkan. Seorang anak pernah mengungkapkannya dengan sangat baik, ”Di masa pertumbuhanku, ayahku selalu menghentikan apa yang sedang dia kerjakan dan mendengarkanku saat aku begitu bersemangat menceritakan apa yang telah aku alami seharian.” Mendengarkan dengan benar adalah melupakan diri sendiri dan memberikan perhatian lahir dan batin yang tulus. Dengan mendengarkan kita dapat menangkap bukan hanya apa yang dikatakan tetapi juga apa yang dirasakan.
Mendengarkan amat penting untuk bisa memberikan sesuatu yang benar-benar dibutuhkan orang lain, bahkan sekalipun mereka tidak mengatakannya. Kahlil Gibran pernah mengatakan, ”Adalah baik untuk memberi ketika diminta, tapi jauh lebih baik lagi jika memberi tanpa harus diminta.”
Sumber: Sebuah Renungan Akhir Tahun oleh Arvan Pradiansyah,
direktur pengelola Institute for Leadership & Life Management (ILM) dan pengarang buku Life is Beautiful
readmore »»  

Tips ujian yang baik…

Tips ujian yang baik…
Belajar merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para pelajar dan mahasiswa. Belajar pada umumnya dilakukan di sekolah ketika jam pelajaran berlangsung dibimbing oleh Bapak atau Ibu Guru. Belajar yang baik juga dilakukan di rumah baik dengan maupun tanpa pr / pekerjaan rumah. Belajar yang dilakukan secara terburu-buru akibat dikejar-kejar waktu memiliki dampak yang tidak baik.

Berikut ini adalah tips dan triks yang dapat menjadi masukan berharga dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi ulangan atau ujian :

1. Belajar Kelompok
Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.


2. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran
Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri.

3. Membuat Perencanaan Yang Baik
Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan menargetkan yang yang nomor satu jika saat ini kita masih di luar 10 besar di kelas. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah. Buatlah jadwal belajar yang baik.

4. Disiplin Dalam Belajar
Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah.

5. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya
Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan jawaban dan apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya bersama-sama dengan teman. Selain itu

6. Belajar Dengan Serius dan Tekun
Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.

7. Hindari Belajar Berlebihan
Jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.

8. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan Dan Ujian
Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki masa depan sebagai penjahat apabila kita melakukan kecurangan.

Semoga tips cara belajar yang benar ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua, amin
readmore »»  

KEBIASAAN OPTIMIS DALAM BELAJAR

KEBIASAAN OPTIMIS DALAM BELAJAR

Hampir semua kenakalan remaja terjadi karena mereka merasa kurang diperhatikan dan disayangi oleh orang tua mereka
Syahril Syam
Apa yang menyebabkan kebanyakan siswa tidak menyukai belajar? Atau tidak menyukai mata pelajaran tertentu, bahkan semua mata pelajaran? Jika pertanyaan ini kita tanyakan kembali pada orang-orang tua, sewaktu mereka masih belajar dulu, apakah masih pantas? Dengan kata lain, kebanyakan orang-orang tua pun tidak menyukai belajar, bukan hanya semasa sekolah dulu, mungkin masih sampai sekarang.


Lantas, apa yang menjadi penyebabnya? Peter Kline mengemukakan sebuah pernyataan menarik: Belajar Akan Efektif Jika Dilakukan Dalam Suasana Menyenangkan. Ini berarti, kegiatan belajar-mengajar akan membosankan dan tidak menarik, kalau tidak tercipta suasana yang menyenangkan. Dari sini dapat kita telusuri lagi dengan sebuah pertanyaan: Kenapa suasana belajar tersebut tidak menyenangkan? Atau kenapa sebuah mata pelajaran bahkan semua itu tidak menarik dan tidak menyenangkan? Buckminster Fuller memberikan jawabannya. Kata beliau, “Setiap anak terlahir jenius, tetapi kita memupuskan kejeniusan mereka dalam enam bulan pertama.” Lho, kok bisa demikian? Bukankah setiap orang tua menginginkan anaknya itu jenius. Lantas apa sebabnya?


Dalam buku The 10 Basic Principles of Good Parenting, Laurence Steinberg menulis tentang sepuluh prinsip dasar dalam mengasuh anak. Pada prinsip yang kedua berbunyi: Anda Tak Bisa Terlalu Mencintai. Prinsip ini banyak dipakai oleh kebanyakan orang. Arti prinsip ini adalah: Anda tak boleh terlalu mencurahkan kasih sayang pada anak, karena hal itu akan membuat dirinya menjadi manja, dan nanti akan sulit diatur. Menurut Steinberg, ini adalah pengasuhan “aliran keras”.


Padahal dalam penelitian ilmiah yang dilakukan dibidang psikologi dan neurosains menunjukkan sebaliknya. Anda tak perlu ragu dalam menunjukkan kasih sayang kepada anak. “Jika anak merasa benar-benar dicintai, mereka mengembangkan rasa aman yang kuat sehingga tidak lagi terlalu menuntut. Sebagai hasilnya, orang dewasa yang paling besar kebutuhan emosionalnya adalah mereka yang tidak menerima cukup cinta orangtua saat kecil atau yang cinta orangtuanya kurang konsisten atau kurang tulus. Orang dewasa tersehat, dan mereka yang mampu mengungkapkan cinta mereka pada orang lain, pastilah mereka yang tumbuh dengan perasaan dicintai secara penuh dan tanpa syarat oleh orangtuanya, bukan mereka yang dipaksa menerima kasih sayang yang kurang lengkap”, demikian ungkap Steinberg.


Ini berarti, bayi belajar paling baik dalam sebuah kondisi ideal, dengan kasih sayang, kehangatan, dorongan, dan dukungan. Bila sikap yang sama berlanjut di sekolah, kecepatan dan kesenangan belajar tadi akan terus berlanjut.


Mari kita lihat lagi, penemuan tak sengaja oleh Harry Balkwin. Beliau menemukan hal yang menakjubkan di Rumah Sakit Bellevue tahun 1931. Semula, sebagaimana kebiasaan rumah sakit waktu itu, bayi dilarang disentuh karena alasan higienis. Balkwin menghapuskan larangan itu dan menyuruh para perawat menyentuh dan menggendong bayi. Ajaib, tingkat infeksi menurun dengan drastis. Sebetulnya bukan sentuhan itu sendiri yang menyembuhkan tetapi rasa bahagia dan cinta yang dirasakan oleh bayi-bayi kecil itu.


Dari sini dapat kita ketahui bahwa, terciptanya rasa bahagia sangat penting, bukan saja terhadap perkembangan fisik anak, tapi juga terhadap perkembangan otak dan emosi anak. Gordon Dryden dan Jeannette Vos mengatakan, “Dalam setiap sistem yang terbukti berhasil – yang kami pelajari di seluruh dunia – citra diri ternyata lebih penting daripada materi pelajaran”. Citra diri yang positif menunjukkan bahwa suasana menyenangkan akan melahirkan optimisme dalam belajar. Selama ini, kebanyakan dari kita terperangkap oleh keyakinan lama dalam mendidik anak, sehingga pertumbuhan emosi anak dalam masa pertumbuhannya terganggu.


Hal inilah yang melahirkan sikap pesimis atau tidak percaya diri dalam belajar, yang melahirkan keengganan untuk memulai suatu pelajaran. Dengan kata lain, kehilangan perasaan bahagia. Coba perhatikan penelitian berikut ini:
Ahli psikologi Al Siebert menjadi berminat pada kepribadian orang-orang yang bertahan hidup ketika ia bergabung dengan pasukan payung setelah baru lulus dari pendidikan tingginya pada tahun 1953. Kelompok latihannya terdiri atas beberapa orang yang bertahan hidup dari sebuah unit yang bisa dibilang musnah di Korea. Ia menemukan bahwa veteran-veteran ini ulet tetapi lebih sabar daripada yang diduganya. Dalam menanggapi kesalahan, mereka biasanya menjadikannya sebagai lelucon bukannya menjadi marah.


Yang lebih penting, tulis Siebert, “Saya mengamati bahwa mereka mempunyai kesadaran yang santai. Mereka masing-masing tampaknya mempunyai semacam radar pribadi yang terus-menerus melacak.” Ia menyadari bahwa bukan hanya nasib mujur yang membuat orang-orang ini mampu mengatasi nasib buruk.


Sepanjang karirnya, Siebert secara kontinyu mengamati mereka yang bertahan hidup. Ia menemukan bahwa salah satu karakteristik mereka yang paling menonjol adalah kompleksitas karakter, suatu paduan dari banyak sifat yang berlawanan yang disebutnya sifat bifasik (berfase dua). Mereka itu serius sekaligus suka melucu, keras sekaligus lembut, logis sekaligus intuitif, suka bekerja keras sekaligus pemalas, pemalu sekaligus agresif, introspektif sekaligus suka bergaul, dan seterusnya. Mereka adalah orang-orang yang penuh pertentangan yang tidak bisa dimasukkan ke dalam kategori-kategori psikologis yang lazim. Ini membuat mereka lebih luwes daripada kebanyakan orang, dengan serangkaian sumber-sumber yang lebih luas yang dapat mereka manfaatkan.


Melalui penelitian panjang, Siebert menemukan bahwa mereka yang bertahan itu mempunyai hierarki kebutuhan dan bahwa, berbeda dengan kebanyakan orang, mereka mengejar semua kebutuhan itu. Di mulai dari kebutuhan yang paling dasar, kebutuhan-kebutuhan itu adalah: kelangsungan hidup, rasa aman, penerimaan oleh orang lain, harga diri, dan aktualisasi diri. Namun, salah satu kebutuhan utama yang membedakan mereka dari orang-orang lain adalah lebih dari aktualisasi diri: kebutuhan akan sinergi. Siebert mendefenisikan kebutuhan akan sinergi itu sebagai kebutuhan untuk membuat segala sesuatunya berjalan lancar bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain. Oleh karena itu, mereka yang bertahan hidup bertindak bukan atas kepentingannya sendiri saja melainkan juga atas kepentingan orang lain, bahkan dalam situasi yang sangat membuat stres. Kadang-kadang mereka tampak tidak terlibat, tetapi mereka adalah “sahabat dalam keadaan yang buruk”. Mereka muncul apabila timbul masalah. Orang-orang seperti ini, biasanya, menafsirkan masalah sebagai pengarahan ulang, bukan kegagalan. Dengan melihat penelitian Siebert ini, memberi pemahaman kepada kita untuk selalu optimis dalam hidup dan senantiasa tidak mementingkan diri sendiri, apalagi jika ada sebuah masalah yang dihadapi. Sebagai penutup, saya ingin menceritakan kepada Anda sebuah pengalaman nyata yang dilakukan oleh seorang kepala sekolah:
Ketika Dr. Dan Yunk datang menjabat sebagai kepala sekolah baru di SD Northview di Manhattan, Kansas, pada 1983, dia mendapati rendahnya nilai ujian, lemahnya disiplin, dan loyonya staf pengajar. Tujuh tahun kemudian, seorang kru televisi PBS menemukan perubahan mendasar dalam hal lingkungan dan hasil belajar. Anak-anak kelas empat belajar pembagian dengan memotong-motong pizza; belajar bahasa Spanyol sambil bernyanyi; belajar sejarah Amerika melalui permainan dan lagu. Anak-anak kelas empat itu dipasangkan dengan murid TK, mereka bertindak sebagai guru, dan menggunakan kata-kata tertulis menjadi cerita untuk anak umur lima tahun.


Anak-anak aktif di gedung olahraga sejak pukul 7 pagi. Di kelas, guru-guru melayani seluruh gaya belajar mereka: dengan melibatkan penglihatan, pengucapan, dan tindakan; sebuah sekolah yang memungkinkan kebanyakan muridnya bermain alat musik, dan kurikulumnya diperkaya dengan seni. Dengan cara kerja yang mungkin sulit dimengerti oleh kebanyakan guru di negara-negera lain, pada 1983 Yunk menemukan bahwa guru-guru “dalam 20 tahun tidak pernah bertukar ruang kelas”. Lalu dia menetapkan norma kerjasama antarguru.


Ketika dia datang pertama kali, “orangtua tidak menyukai dirinya. Sekarang mereka bertindak sebagai tutor, pembantu, dan mentor; bahkan salah satunya menjadi ketua klub komputer". Dari semua sekolah dasar di negara bagian itu pada 1983, hanya sepertiga dari anak kelas empat di SD Northview yang meraih tingkat kompetensi yang diharapkan. Pada 1990: 97 persen – di tiga persen teratas. Dan di beberapa daerah, di atas satu persen teratas. Resep keberhasilan Yunk? Sama seperti Bill Hewlett dan Dave Packard di dunia bisnis: Manajemen Kebersamaan”. “Berdayakan para siswa, orangtua, dan guru, mereka harus merasa ikut memiliki.”
readmore »»  

Hidup Adalah Anugerah

Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.
Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.
Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu Yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih gadisnya itu .
Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.
Dan akhirnya si Pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.”
* * * * *
Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.
Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.
Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya TIDAK LUMPUH seumur hidup.
Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya.
Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.
Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.
Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.
Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.
NIKMATILAH dan BERI YANG TERBAIK DI SETIAP DETIK DALAM HIDUPMU, KARENA ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI untuk waktumu selanjutnya !!!
readmore »»  

Nilai diri kita

Nilai diri kita
Pada suatu ketika, di sebuah taman kecil ada seorang kakek. Di dekat kaket tersebut terdapat beberapa anak yang sedang asyik bermain pasir, membentuk lingkaran. Kakek itu lalu menghampiri mereka, dan berkata:
“Siapa diantara kalian yang mau uang Rp. 50.000!!” Semua anak itu terhenti bermain dan serempak mengacungkan tangan sambil memasang muka manis penuh senyum dan harap. Kakek lalu berkata, “Kakek akan memberikan uang ini, setelah kalian semua melihat ini dulu.”

Kakek tersebut lalu meremas-remas uang itu hingga lusuh. Di remasnya terus hingga beberapa saat. Ia lalu kembali bertanya “Siapa yang masih mau dengan uang ini lusuh ini?” Anak-anak itu tetap bersemangat mengacungkan tangan.
“Tapi,, kalau kakek injak bagaimana? “. Lalu, kakek itu menjatuhkan uang itu ke pasir dan menginjaknya dengan sepatu. Di pijak dan di tekannya dengan keras uang itu hingga kotor. Beberapa saat, Ia lalu mengambil kembali uang itu. Dan kakek kembali bertanya: “Siapa yang masih mau uang ini?”
Tetap saja. Anak-anak itu mengacungkan jari mereka. Bahkan hingga mengundang perhatian setiap orang. Kini hampir semua yang ada di taman itu mengacungkan tangan.
***
Sahabat Resensinet, cerita diatas sangatlah sederhana. Namun kita dapat belajar sesuatu yang sangat berharga dari cerita itu. Apapun yang dilakukan oleh si Kakek, semua anak akan tetap menginginkan uang itu, Kenapa? karena tindakan kakek itu tak akan mengurangi nilai dari uang yang di hadiahkan. Uang itu tetap berharga Rp. 50.000
Sahabat resensinet, seringkali, dalam hidup ini, kita merasa lusuh, kotor, tertekan, tidak berarti, terinjak, tak kuasa atas apa yang terjadi pada sekeliling kita, atas segala keputusan yang telah kita ambil, kita merasa rapuh. Kita juga kerap mengeluh atas semua ujian yang di berikan-Nya. Kita seringkali merasa tak berguna, tak berharga di mata orang lain. Kita merasa di sepelekan, di acuhkan dan tak dipedulikan oleh keluarga, teman, bahkan oleh lingkungan kita.
Namun, percayalah, apapun yang terjadi, atau *bakal terjadi*, kita tak akan pernah kehilangan nilai kita di mata Allah. Bagi-Nya, lusuh, kotor, tertekan, ternoda, selalu ada saat untuk ampunan dan maaf.
Kita tetap tak ternilai di mata Allah.
Nilai dari diri kita, tidak timbul dari apa yang kita sandang, atau dari apa yang kita dapat. Nilai diri kita, akan dinilai dari akhlak dan perangai kita. Tingkah laku kita. seberapapun kita diinjak oleh ketidak adilan, kita akan tetap diperebutkan, kalau kita tetap konsisten menjaga sikap kita.
Sahabat, akhlak ialah bunga kehidupan kita. Merupakan seberapa bernilainya manusia. Dengan akhlak, rasa sayang dan senang akan selalu mengikuti kita, dan merupakan modal hidup.
Orang yang tidak mempunyai akhlak, meskipun ia berharta, tidak ada nilainya. Meskipun dia cantik, tapi jika sikapnya buruk dan tiada berakhlak, maka kecantikannya tiada berguna baginya. Begitu pula dengan orang yang berpangkat tinggi, tanpa akhlak, dia menjadi orang yang dibenci.
Guys, thanks for reading. Hope u r well and please do take care. Wassalamualaikum wr wb. Salam hangat!!!
Oleh Irfan dan diedit dan ditambah seperlunya oleh Resensinet
readmore »»  

Wasiat Seorang ayah

Duhai Istri dan anak-anakku,
Jangan sampai dunia melalaikanmu.
Ambilah bagianmu dari dunia sekedar apa yang menjadi kebutuhanmu, dan bukan apa yang menjadi keinginanmu.
Tunaikanlah kewajiban-kewajiban kepada Tuhanmu dengan sungguh-sungguh.
Ingatlah satu hal yang akan memutuskan segala kelezatan, yang akan memisahkan dirimu dengan orang-orang yang engkau cintai, yang memisahkan antara sang ibu dengan anaknya, yang memisahkan antara sang suami dengan istrinya, yang memisahkan antara seorang yang kaya, dengan harta-harta yang dicintainya.
Persiapkan bekal akhiratmu.
Jadikan kerinduan terbesarmu adalah kebahagiaan di negeri akhirat. Ingatlah bahwa sesungguhnya kebahagiaan di dunia itu akan segera sirna, sedang kebahagiaan akhirat itu adalah kekal lagi abadi.
Duhai Istri dan anak-anaku,
Kiranya nasehat di atas sudah cukup bagi kalian.
Sesungguhnya nasehat di atas kutujukan yang utama adalah bagi diriku.
Semoga Allah memberikanku dan kalian taufiq dan hidayah-Nya untuk dapat merenungkan nasehat ini hingga berbuah menjadi amal sholeh…aamiin.
readmore »»